Lima Wartawan Disekap Dokter RSUP Haji Adam Malik Medan

Share:
Lima wartawan di Medan disekap dokter dan Satpam Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, Sumatera Utara, saat melakukan peliputan bayi diduga korban malpraktik, Sabtu (6/2/2010) sore.

Kelimanya adalah Al Amin Zakir dari Harian Metro Aceh, Reza dari harian Pos Metro Medan, Edi Ginting harian Metro 24 Jam, serta Fendi dan Wahyu Maulana dari dua media lainnya.

Peristiwa penyekapan terjadi saat para wartawan sedang melakukan peliputan di ruang rawat inap Rindu B RSUP Haji Adam Malik Medan, tempat Ananda Agustina Lubis, bayi yang diduga menjadi korban malpraktik sedang menjalani perawatan.

Tiba-tiba dr Doddy yang sedang bertugas di rumah sakit itu, datang dan tidak memperbolehkan wartawan keluar ruangan sebelum menghapus hasil rekaman.

Reza mengatakan, dr Doddy dengan arogan memaksa wartawan untuk tidak memberitakan kasus dugaan malpraktik tersebut. "Kami tidak boleh keluar ruangan sebelum gambar dihapus. Ini sudah pemaksaan," kata Reza.

Mendapat laporan adanya penyekapan, sejumlah wartawan datang ke RSUP Adam Malik Medan, guna memastikan kejadian. Akibatnya, terjadi pertengkaran hebat.

Mengetahui lima rekannya diinterogasi dalam ruang tertutup, wartawan Media Nusantara Citra (MNC) Biro Medan, Ahmad Zulfikar Sagala, langsung mengeluarkan handycam dan merekam sejumlah dokter dan satpam dari kaca ventilasi. Situasi ini membuat satpam panik kemudian keluar ruangan.

Dengan berang, satpam menendang tong sampah yang ada di sisi pintu dan menarik paksa Zulfikar ke dalam ruangan agar tidak melakukan peliputan.

"Pihak rumahsakit memaksa agar hasil liputan tidak ditayangkan," kata Zulfikar.

Pemaksaan untuk menghapus rekaman wartawan berhasil digagalkan, dan bisa keluar dari ruangan tempat penyekapan itu. Namun kasus itu kemudian dilaporkan ke Poltabes Medan.

Ananda Agustina Lubis, bayi berusia 4 bulan, warga Desa Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura). Terpaksa menjalani operasi akibat menderita penyakit jantung bawaan.

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, tim dokter telah melakukan operasi pembedahan pada Rabu (3/2/2010) lalu. Tim dokter terpaksa menghentikan operasi akibat doker bedah yang menanganinya menyentuh urat arteri hingga mengakibatkan cedera. Atas pertimbangan keselamatan sang bayi. tim dokter menghentikan operasi pada jantung sang bayi. Langkah itu diambil untuk menyelamatkan nyawa bayi karena terjadi pendarahan akibat arterinya tersentuh.

Kecerobohan dokter membuat pihak keluarga tidak terima. Akibatnya pihak keluarga meminta pertanggungjawaban manajemen RSUP Haji Adam Malik Medan, Sabtu siang. Ibu sang bayi, Nurasyiah mengatakan, pihak rumah sakit bersedia bertangungjawab hingga bayinya sembuh.

"Keluarga minta ada surat tertulis untuk mengobati keresahan keluarga. Tapi pihak rumh sakit tidak mau," kata Nurasyiah.

take from : detik.com