AS Tak Terima Obama Disebut Hitam dan Kecil

Share:
Duta Besar Amerika Serikat untuk Honduras, Hugo Llorens, Selasa (7/7) waktu setempat, mengecam keras pernyataan lisan Menlu Honduras, Enrigue Ortez Coolindrea, yang menyebut Presiden AS Barack Obama sebagai negrito yang berarti orang hitam kecil.

"Sebagai pejabat wakil pribadi Presiden Amerika Serikat, saya menyampaikan kecaman keras terhadap pernyataan yang tidak sopan dan rasial oleh Bapak Enrigue Ortez Coolindrea tentang Presiden Barack Obama," kata Llorens dalam sebuah pernyataan.

Ortez Colindres, Menlu dalam pemerintah sementara yang dipimpin Roberto Micheletti—yang berkuasa setelah Presiden Manuel Zelaya digulingkan dalam kudeta 28 Juni, menggunakan istilah negrito atau "orang hitam kecil", untuk menyebut Obama dalam beberapa kesempatan pekan lalu.

Sebutan serupa kembali dia ucapkan dalam satu wawancara radio. Pada satu saat ia menyebut Obama sebagai "orang hitam kecil yang tidak mempunyai gagasan menyangkut Tegucigalva".

"Pernyataan seperti ini sangat menghina rakyat Amerika dan bagi saya pribadi," kata Llorens. "Saya terkejut dengan pernyataan ini, yang saya kecam keras," lanjutnya.

Pemerintah Obama menyampaikan dukungan kuatnya kepada Zelaya, yang hari Selasa kemarin bertemu Menlu AS Hilarry Clinton di Washington dalam perundingan tingkat tertinggi pejabat AS sejak Zelaya disingkirkan oleh satu kudeta yang didukung militer.

Sikap Washington dalam krisis politik di negara itu agaknya memicu kemarahan Ortez Colindres, yang kemudian meminta maaf ketika ia dilantik bersama dengan para menteri baru di istana presiden.

"Saya meminta maaf dan menyatakan secara tulus bagi persahabatan terhadap negara besar ini, yaitu Amerika Serikat, yang memungkinkan saya memberikan jalan terbaik bagi satu pengertian yang baik antara negara besar itu dan Republik Honduras," kata Ortez Colindres.